Rabu, 24 Desember 2014



Kartel adalah bentuk kerja sama antara beberapa perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha yang sama dengan tujuan untuk meningkatkan keuntungan, memperkecil kondisi persaingan, dan memperluas atau menguasai pasar.
contoh dari kartel adalah cargiill. berikut ini ulasan tentag cargill :

 

kegiatan bisnis kami di Indonesia dimulai pada tahun 1974 dengan mendirikan pabrik pakan ternak skala kecil di Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. Selama bertahun-tahun kami menikmati pertumbuhan yang substansial, dan saat ini kami mempekerjakan lebih dari 10.000 karyawan. Berkantor pusat di Jakarta, kami memiliki sejumlah kantor, pabrik dan fasilitas di seluruh Indonesia.

Produk & Jasa 

Ekspansi kami meliputi pengumpulan, pemrosesan, penanganan, pengiriman dan pemasaran beragam produk pertanian, makanan dan energi serta jasa terkait termasuk:

Tanggung-jawab Sosial Perseroan 

Kami adalah ‘warga korporasi’ Indonesia yang bertanggung-jawab, dan membantu menjawab beragam tantangan ekonomi, lingkungan dan sosial. Kami memfokuskan diri pada pelaksanaan program-program terutama di daerah pedesaan yang:
  • Mendorong pembangunan yang bertanggungjawab dan berkesinambungan
  • Membantu melindungi lingkungan, dan 
Mengembangkan masyarakat dan potensi yang ada di masyarakat setempat

sumber :


http://www.cargill.co.id/id/about/index.jsp
 
Koperasi adalah organisasi bisnis yang dimiliki dan dioperasikan oleh orang-seorang demi kepentingan bersama. Koperasi melandaskan kegiatan berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berdasarkan asas kekeluargaan.

Salah satu contoh koperasi yang ada di Indonesia adalah Koperasi Mitra Dhuafa. 
 

Komida (koperasi mitra dhu'afa) sejak bulan agustus 2005, memulai program sistem grameen bank di aceh khususnya untuk korban tsunami. Para pendiri komida sendiri sudah berpengalaman dalam program grameen bank sejak 1997.
Pada awalnya, komida memulai program replikasi grameen bank dengan badan hukum yayasan melalui yayasan mitra dhuafa (yamida). Yamida sendiri berdiri sejak pertengahan 2004 dengan tujuan membangun lkm di indonesia yang besar, profesional dan berkelanjutan. Kegiatan pertama adalah dengan melakukan pelatihan kepada lkm di beberawa wilayah. Selanjutnya, karena yayasan tidak boleh mempunyai program simpan pinjam, oleh karena itu komida memilih badan hukum koperasi yang bersifat nasional sejak tahun 2008.
Sekitar pertengahan agustus 2005 komida mulai beroperasi di nad dengan kapasitas yang begitu terbatas, dan untuk pertama kalinya pula sistem grameen bank ini diperkenalkan di wilayah nad. Kondisi aceh pasca tsunami sangat bergelimpangan bantuan dari berbagai pihak sehingga membuat komida sangat perlu berhati-hati dalam memberikan pemahaman tentang seperti apa sistem yang akan  diterapkan dalam mendampingi mereka nantinya, karena yang akan diberikan itu pinjaman bukan bantuan cuma-cuma. Pada tahap awal kegiatan komida dimulai di kecamatan baitusalam tepatnya didesa miruk lamreudeup diawali dengan mengadakan pertemuan umum di sebuah meunasah sederhana. Dengan mengundang beberapa para pemuka masyarakat, kepala kampung, serta seluruh masyarakat baik itu kaum perempuan maupun laki-laki. Pada saat itu pula di jelaskan secara umum tentang seperti apa kegiatan komida. Dengan anggota yang kami dapat untuk pertama kalinya berjumlah 15 orang dan semuanya harus kaum perempuan. Kenapa kami pilih kaum perempuan, karena kami melihat begitu banyak kaum perempuan yang memiliki potensi secara langsung dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi keluarganya, dan kami juga melihat sangat terbatasnya akses untuk perempuan dalam mendapatkan pelayanan dibidang mikro kredit terutama pada bank-bank konvensional dan lembaga keuangan lainnya.

Visi dan Misi dari komida adalah :



VISI

KOMIDA sebagai leader Lembaga Keuangan Mikro yang mampu melayani kebutuhan modal usaha perempuan berpendapatan rendah sebanyak 500.000 di Indonesia.

MISI

1. Melakukan pelayanan melalui kredit kepada perempuan berpendapatan rendah dengan menggunakan best practice model dan prinsip transparan, profesional dan berkelanjutan.
2. Memberikan motivasi kepada kelompok masyarakat perempuan berpendapatan rendah  dalam berbagai kepentingan dalam rangka untuk meningkatkan keberdayaannya.

sumber :


          

http://mitradhuafa.com/index.php?page=history