Rabu, 08 Maret 2017

Etika dan Profesionalisme TSI


Etika dan Profesionalisme TSI adalah norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi tingkah laku, keahlian atau kualitas seseorang yang profesional dari manusia yang baik dalam menggunakan teknologi sistem informasi di lingkungannya. Etika dan Profesionalisme TSI terdiri dari 3 kata yaitu, Etika, Profesionalisme, dan TSI. Berikut ini adalah pengertian dari masing-masing kata
a.       Etika
Pengertian Etika secara etimologi, berasal dari bahasa Yunani, Ethos, yang artinya adalah  watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Dapat dikatakan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia. Ada terdapat bermacam-macam etika yaitu :
-          Etika Deskriptif
Etika deskriptif berbicara mengenai fakta secara apa adanya, seperti tentang nilai dan prilaku manusia sebagai suatu fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya. Dapat disimpulkan bahwa tentang kenyataan dalam penghayatan nilai atau tanpa nilai dalam suatu masyarakat yang dikaitkan dengan kondisi tertentu memungkinkan manusia dapat bertindak secara etis.

-          Etika Normatif
Norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau norma yang disepakati dan berlaku di masyarakat.

b.      Profesionalisme
Berasal dari kata professional dengan makna yang berhubungan dengan profesi dan memerlukan kepandaian khusus untuk menjalankannya. sedangkan profesionalisme adalah tingkah laku, keahlian atau kualitas dan seseorang yang professional. Ciri-ciri dari profesionalisme pada bidang informasi teknologi yaitu :
1.      Memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam bidang pekerjaan IT.
2.      Memiliki wawasan yang luas.
3.      Memiiliki kemampuan dalam analisa dan tanggap terhadap masalah yang terjadi.
4.      Mampu berkerjasama dan dapat menjalin hubungan baik dengan rekan-rekan kerja
5.      Dapat menjaga kerahasian dari sebuah data dan informasi
6.      Dapat menjunjung tinggi kode etik dan displin etika.

c.       TSI
TSI merupakan singkatan dari Teknologi Sistem Informasi merupakan teknologi yang tidak tebatas pada penggunaan sarana computer, tetapi meliputi pemrosesan data, aspek keuangan, pelayanan jasa sejak perencanaan, standart dan prosedur, serta organisasi dan pengendalian system catatan.

d.      Mengapa Etika dan Profesionalisme TSI dibutuhkan ?
Agar terhindar dari sikap atau perbuatan yang dapat melanggar norma-norma yang ada di lingkungan masyarakat. Etika dapat membantu manusia untuk mengambil sikap dan bertindak secara tepat dalam menjalani hidup. Tujuan dari etika agar suatu individu di lingkungan,
·         Mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi itu sendiri
·         Mampu menginvestasikan dan mengidentifikasikan etika dalam teknologi informasi
·         Mampu menemukan masalah dalam penerapan etika teknologi informasi

e.       Kapan menerapkan Etika dan Profesionalisme TSI ?
Digunakan ketika seseorang ingin menggunakan teknologi system informasi yang ada. Etika dan Profesionalisme TSI ini harus dijalankan setiap waktu pada saat yang tepat. Sebuah pertanggungjawaban dari suatu etika dan profesionalisme tsi harus nyata

f.       Siapa pengguna Etika dan Profesionalisme TSI ?
Penggunanya adalah semua elemen di dalam suatu lingkungan kerja yang akan menggunakan TSI. Secara umum perkerjaan di bidang TI terbagi menjadi 3 kelompok yaitu,
-          Dibidang perangkat lunak
·         System analis, orang yang bertugas menganalisa system yang akan diimplementasikan
·         Programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan system analis sesuai dengan yang dianalisa sebelumnya
·         Web Designer, orang yang melakukan kegiatan perencanaan, termasuk studi kelayakan, analisis dan desain terhadap suatu proyek pembuatan aplikasi
·         Web Programmer, orang yang bertugas mengimplementasikan rancangan web designer sesuai dengan yang telah dirancang sebelumnya
-          Dibidang perangkat keras
·         Technical engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknik mengenai pemeliharaan dan perbaikan
·         Networking engineer, orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer maintenance sampai pada troubleshootingnya
-          Dibidang oprasional
·         EDP Operator, orang yang bertugas mengoprasikan program-program yang berhubungan dengan elektronik data prosesing dalam lingkungan sebuah perusahaan
·         System Administrator
Orang yang bertugas melakukan administrasi terhadap system, melakukan pemeliharaan system, memiliki kewenangan mengatur hak akses dan hal lain yang berhubungan dengan pengaturan oprasional sebuah system

Sumber :



Senin, 06 Juni 2016

PEMBUNUHAN MIRNA
(EKSPOSITORIS)

Kasus pembunuhan yang sampai sekarang masih belum bisa terungkap kebenarannya adalah pembunuhan seorang wanita yang bernama mirna setelah meminum kopi di salah satu kedai kopi bersama kedua temannya. Mirna tewas setelah meminum kopi yang suda diselidiki dan di test kopi tersebut bercampur dengan racun sianida. Kopi itu di pesan oleh Jessica, salah satu temannya. Beberapa saat mirna meminum kopi tersebut, mirna mengalami kejang-kejang dan langsung dibawa ke rumah sakit terdekat. Namun sesampai nya di rumah sakit mirna di katakan meninggal.

Polisi masih melakukan penyelidikan sampai sekarang. Sementara bukti menunjuk bahwa Jessica lah yang mencampurkan sianida ke dalam kopi mirna. Bukti pertama adalah CCTV yang berada di kedai kopi tersebut. Jessica tampak sengaja menutupi kamera CCTV dengan barang belanjaan nya sehingga bukti CCTV tidak dapat terlihat kebenarannya oleh pihak kepolisian. Bukti kedua adalah seusai kejadian Jessica membuang celananya seperti ingin menutupi jejaknya. Sampai sekarang polisi masih belum mengetahui apa motif pembunuhan mirna ini. Polisi menduga adanya unsur dendam Jessica terhadap mirna.

Sabtu, 04 Juni 2016

Pembunuhan Mirna
(DESKRIPTIF)

Pembunuhan adalah suatu tindakan untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan cara yang melanggar hukum, maupun yang tidak melawan hukum. Pembunuhan biasanya dilatarbelakangi oleh bermacam-macam motif, misalnya politik, kecemburuan, dendam, membela diri, dan sebagainya. Pembunuhan juga dapat dilakukan dengan berbagai macam cara. Macam-macam pembunuhan ada  :
·         Membunuh dengan sengaja
·         Membunuh seperti sengaja, dan
·         Membunuh dengan tidak sengaja

1.      Membunuh dengan sengaja
Pembunuhan ini dilakukan sengaja atau telat di rencanakan oleh pembunuh dengan memakai alat atau dengan cara yang mematikan korbannya. Contohnya seperti membacok korban, memukul dengan senjata kerasa, menusuk dengan senjata tajam, mengalirkan listrik ketubuh seseorang dan lain sebagainya

2.      Membunuh seperti sengaja
Pembunuhan ini hampir sama dengan membunuh dengan sengaja, sama-sama melakukannya karna sengaja. Namun yang berbeda adalah pada membunuh seperti sengaja, pembunuhan ini tidak di rencanakan atau dalam keadaan bermain-main. Contoh dalam pembunuhan ini adalah seperti tindakan aborsi, yang melakukan tindak aborsi tidak berniat untuk membunuh korban akan tetapi dalam proses nya korban meninggal dunia.

3.      Membunuh dengan tidak sengaja
Membunuh tidak sengaja  yaitu pembunuhan karena kesalahan atau keliru semata-mata, tanpa direncanakan dan tanpa maksud sama sekali. misalnya seseorang melempar batu atau menembak burung, akan tetapi terkena orang kemudian meninggal.

Melihat macam-macam pembunuhan diatas belum lama ini juga terjadi pembunuhan dengan macam membunuh dengan sengaja. Karena setelah diselidiki korban meninggal setelah meminum kopi yang telah diusut kopi tersebut tercampur dengan racun sianida. Racun sianida juga termasuk salah satu cara mematikan.


Selasa, 29 Desember 2015

Abstrak

1.       Pengertian Abstrak

Pengertian umum abstrak merupakan penyajian singkat mengenai isi tulisan sehingga pada tulisan, ia menjadi bagian tersendiri. Abstrak berfungsi untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca. Sebuah abstrak yang baik memiliki komponen tertentu yang harus dicantumkan di dalamnya. Komponen-komponen tersebut pun harus ditempatkan dengan urutan tertentu.

Abstrak digunakan untuk :
1.       Mengehemat waktu pembacaan dokumen aslinya
2.       Membantu pembuatan peninjauan pustaka
3.       Meningkatkan efisiensi pembuatan indeks
4.       Membantu mencari literature karna banyak karangan yang tidak di publikasikan
5.       Membantu menghilangkan kesulitan bahasa dalam membaca karangan aslinya

2.       Contoh Abstrak

3.       Isi Abstrak
·         Pembukaan 
Bagian ini mengawali sebuah abstrak dan biasanya terdiri dari satu atau paling banyakri  dua kalimat. Bagian pembukaan ini menjawab pertanyaan:  mengapa itu penting? Bisa juga bagian ini tidak ada, dan abstrak langsung dimulai dengan tujuan penelitian.
·         Masalah dan tujuan
Bagian ini selalu ada dalam sebuah abstrak, dan biasanya merupakan kalimat pertama atau kedua dari abstrak.
·         Materi dan Metode 
Bagian menyusul bagian masalah, tujuan, dan hipotesis penelitian
·         Hasil
Bagian ini mencantumkan hasil penelitian, termasuk signifikansi secara statistik dari hasil penelitian tersebut.
·         Kesimpulan
Ini adalah bagian terakhir dari sebuah abstrak. Di sini penulis menyampaikan kesimpulan dalam kaitan dengan jawaban pertanyaan penelitian.

4.       Cara Membuat Abstrak
Abstrak harus dibuat sesuai dengan sifat-sifat abstrak yaitu :
·         Ringkas
·         Jelas
·         Tepat
·         Berdiri sendiri
·         Objektif
Terdapat format untuk penulisannya juga, formatnya yaitu :
·         Awal kalimat merupakan kata benda.
·         Terdiri dari maksimal 250 kata, diluar kata depan dan kata sambung.
·         Dalam bentuk satu paragraf.
·          Menggunakan spasi 1.
·          Menggunakan huruf Times New Roman.
·          Terdapat kata kunci yang terdiri dari maksimal 5 kata dan disusun secara alfabet.
·          Ditulis sebelum bab pendahuluan.
·          Rata kiri-kanan.
·          Ditulis dengan huruf Times New Roman ukuran 12 pt


5.       Daftar Pustaka
Daftar Pustaka yaitu suatu daftar yang berisi semua sumber bacaan yang digunakan sebagai bahan acuan dalam penulisan karya ilmiah seperti Makalah, Skripsi, Tugas Akhir, Laporan, Thesis,dan penelitian. Pemilihan daftar pustaka ini harus benar-benar sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas dalam makalah. 

6.       Contoh Daftar Pustaka


7.       Penulisan Daftar Pustaka Yang Baik dan Benar
beberapa ketentuan serta aturan cara Penulisan Daftar Pustaka yang baik dan benar yaitu :
·         Bagi penulis yang menggunakan marga/keluarga , nama marga/keluarganya ditulis terlebih dahulu, sedangkan untuk penulis yang tidak menggunakan nama marga / keluarga , diawali dengan penulisan nama akhir / belakang kecuali nama Cina.
·         Gelar kesarjanaan penulis tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka.
·         Judul buku dicetak miring atau digarisbawahi pada setiap kata, jadi tidak dibuat garis bawah yang bersambung sepanjang judul.
·         Baris pertama diketik mulai ketukan pertama sedangkan baris kedua dan seterusnya diketik mulai ketukan ke-7.
·         Jarak antara baris satu dengan baris berikutnya satu spasi.
·         Jarak antara sumber satu dengan sumber berikutnya dua spasi

Sumber :



Karangan Ilmiah adalah karangan yang dibuat berdasarkan cara yang sistematis dan memiliki ciri-ciri tertentu.
Dalam penulisan ilmiah terdapat bagian-bagian yang ada di dalam nya. Bagian tersebut diantara lain :
1.       Cover
Cover adalah halaman depan untuk penulisan ilmiah biasnya di dalamnya berisikan biodata dari penulis yag meliputi
a.       Judul dari penulisan ilmiahnya
b.      Nama penulis
c.       NPM penulis
d.      Jurusan
e.      Nama Dosen Pembimbing
f.        Tahun Penulisannya

2.       Lembar Pernyataan
Lembar pernyataan ini berisikan pernyataan bahwa tulisan ini tidak mencotek, atau mengikuti tulisan orang lain

3.        Lembar pengesahan
Lembar Pengesahan ini berisikan daftar komisi pembimbing, nama panitia ujian yang terdiri dari ketua, sekretaris dan anggota. Pada bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.

4.        Abstrak
Berisi ringkasan dari tulisan, maksimal 1 halaman saja, dalam bahasa indonesia dan bahasa inggris
5.       Kata Pengantar
Kata pengantar dibuat oleh penulis biasanya untuk berterimakasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam penulisan ilmiah tersebut

6.       Daftar Isi
Daftar isi memuat bagian-bagian dalam penulisan dan halaman pada penulisannya.

7.       Bab I
Bab I ini dapat dikatakan sebagai pendahuluan. Di dalam bab I juga dibagi lagi menjadi beberapa bagian yaitu ada
·         Latar Belakang Masalah
Di dalam nya termuat mengapa penulis memilih topic tersebut untuk dijadikan sebuah penelitian
·         Rumusan Masalah
Rumusan masalah adalah rumusan persoalan yang perlu dipecahkan atau dipertanyakan yang perlu dijawab dengan penelitian
·         Tujuan Penelitian
Menjelaskan apa yang akan di capai dalam penelitian tersebut
·         Kegunaan Penelitian
Yang diuraikan disini ialah kegunaan atau pentingnya penelitian dilakukan, baik bagi pengembangan ilmu maupun bagi kepentinagn praktik.
·         Metode Penelitian
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan, dan cara analisa data.


8.       Bab II
Bab II ini disebut juga sebagai Landasan Teori. Menguraikan teori-teori yang menunjang tulisan/ penelitian (definisi, pengertian, dll), yang bisa diperkuat dengan menunjukan hasil penelitian sebelumnya.

9.       Bab III
Bab II ini berisikan analisan dan pembahasan-pembahasan. Bagian ini bisa juga di pecah jadi beberapa bagian misalnya bab III dan bab IV. Bab III ini menguraikan hasil penelitian yang mencakup semua aspek yang terkait dalam penelitiannya.

10.   Bab IV
Merupakan bab terakhir dalam penulisan. Namun apabila analisa dan pembahasan di pecah menjadi 2 bab maka masih ada bab V terakhir sebagai akhirnya. Dalam akhir bab terdapat bagian juga, bagian tersebut adalah
·         Kesimpulan & Saran
Berisi jawaban dari tujuan yang diajukan penulis pada bab 1, yang diperoleh dari penelitian. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak-pihak yang terkait, sehubung dengan pengembangan.

11.   Daftar Pustaka
Daftar pustaka berisi daftar-daftar referensi yang digunakan seperti nama pengarang buku, nama buku, dan tahunnya

12.   Lampiran
Terdapat penjelasan tambahan yang di berikan penulis

Sumber :

Minggu, 08 November 2015

Alenia atau Paragraf
A.    Jenis Tulisan Dalam Laras Ilmiah
Dalam uraian di atas dikatakan bahwa setiap laras dapat disampaikan dalam ragam standar, semi standar, atau nonstandar. Akan tetapi, tidak demikian halnya dengan laras ilmiah. Laras ilmiah harus selalu menggunakan ragam standar.
Sebuah karya tulis ilmiah merupakan hasil rangkaian gagasan yang merupakan hasil pemikiran, fakta, peristiwa, gejala, dan pendapat. Jadi, seorang penulis karya ilmiah menyusun kembali bagai bahan informasi menjadi sebuah karangan yang utuh. Oleh sebab itu, penyusun atau pembuat karya ilmiah tidak disebut pengarang melainkan disebut penulis.
Dalam uraian di atas dibedakan antara pengertian realitas dan fakta. Seorang pengarang akan merangkaikan realita kehidupan dalam sebuah cerita, sedangkan seorang penulis akan merangkaikan berbagai fakta dalam sebuah tulisan. Realistis berarti bahwa peristiwa yang diceritakan merupakan hal yang benar dan dapat dengan mudah dibuktikan kebenarannya, tetapi tidak secara langsung dialami oleh penulis. Data realistis dapat berasal dan dokumen, surat keterangan, press release, surat kabar atau sumber bacaan lain, bahkan suatu peristiwa faktual. Faktual berarti bahwa rangkaian peristiwa atau percobaan yang diceritakan benar-benar dilihat, dirasakan, dan dialami oleh penulis.
Karya ilmiah memiliki tujuan dan khalayak sasaran yang jelas. Meskipun demikian, dalam karya ilmiah, aspek komunikasi tetap memegang peranan utama. Oleh karenanya, berbagai kemungkinan untuk penyampaian yang komunikatif tetap harus dipikirkan. Penulisan karya ilmiah bukan hanya untuk mengekspresikan pikiran tetapi untuk menyampaikan hasil penelitian. Kita harus dapat meyakinkan pembaca akan kebenaran hasil yang kita temukan di lapangan. Dapat pula, kita menumbangkan sebuah teori berdasarkan hasil penelitian kita. Jadi, sebuah karya ilmiah tetap harus dapat secara jelas menyampaikan pesan kepada pembacanya.
Persyaratan bagi sebuah tulisan untuk dianggap sebagai karya ilmiah adalah sebagai berikut:
  • Karya ilmiah menyajikan fakta objektif secara sistematis atau menyajikan aplikasi hukum alam pada situasi spesifik.
  • Karya ilmiah ditulis secara cermat, tepat, benar, jujur, dan tidak bersifat terkaan. Dalam pengertian jujur terkandung sikap etik penulisan ilmiah, yakni penyebutan rujukan dan kutipan yang jelas.
  • Karya ilmiah disusun secara sistematis, setiap langkah direncanakan secara terkendali, konseptual, dan prosedural.
  • Karya ilmiah menyajikan rangkaian sebab-akibat dengan pemahaman dan alasan yang indusif yang mendorong pembaca untuk menarik kesimpulan.
  • Karya ilmiah mengandung pandangan yang disertai dukungan dan pembuktian berdasarkan suatu hipotesis.
  • Karya ilmiah ditulis secara tulus. Hal itu berarti bahwa karya ilmiah hanya mengandung kebenaran faktual sehingga tidak akan memancing pertanyaan yang bernada keraguan. Penulis karya ilmiah tidak boleh memanipulasi fakta, tidak bersifat ambisius dan berprasangka. Penyajiannya tidak boleh bersifat emotif.
  • Karya ilmiah pada dasarnya bersifat ekspositoris. Jika pada akhirnya timbul kesan argumentatif dan persuasif, hal itu ditimbulkan oleh penyusunan kerangka karangan yang cermat. Dengan demikian, fakta dan hukum alam yang diterapkan pada situasi spesifik itu dibiarkan berbicara sendiri. Pembaca dibiarkan mengambil kesimpulan sendiri berupa pembenaran dan keyakinan akan kebenaran karya ilmiah tersebut.

Berdasarkan uraian di atas, dari segi bahasa, dapat dikatakan bahwa karya ilmiah memiliki tiga ciri, yaitu :
  • harus tepat dan tunggal makna, tidak remang nalar atau mendua makna
  • harus secara tepat mendefinisikan setiap istilah, sifat, dan pengertian yang digunakan, agar tidak menimbulkan kerancuan atau keraguan
  • harus singkat, berlandaskan ekonomi bahasa.





B.     Eksposisi, argumentasi, narasi, dan deskripsi
Paragraf Narasi
Paragraf Narasi ialah paragraf yang bertujuan untuk menceritakan suatu peristiwa atau kejadian sehingga pembaca seolah-olah mengalami kejadian tersebut.

Paragraf Deskripsi 
Paragraf Deskripsi  adalah merupakan paragraf yang bertujuan menggambarkan sebuah objek nyata agar pembaca seolah-olah melihat sendiri objek yang di gambarkan itu.

Paragraf Argumentasi
Paragraf Argumentasi adalah paragraf yang bertujuan untuk mengemukakan contoh, asalan, bukti-bukti yang kuat dan meyakinkan dengan tujuan meyakinkan pembaca sehingga pembaca membenarkan sikap, pernyataan, dan keyakinan kita.

Paragraf Eksposisi
Paragraf Eksposisi adalah paragraf yang bertujuan memaparkan sebuah sejumlah informasi atau pengetahuan agar pambaca dapat menambah informasi atau pengetahuan.


C.     Syarat Pembentukan Paragraf
1.      Kesatuan
kesatuan (unity) adalah bahwa paragraf tersebut harus memperlihatkan dengan jelas suatu maksud atau sebuah tema tertentu. Kesatuan di sini tidak boleh diartikan bahwa suatu paragraf hanya memuat satu hal saja. Sebuah alinea yang mempunyai kesatuan bisa saja mengandung beberapa hal atau beberapa perincian, tetapi semua unsur tadi haruslah bersama-sama digerakkan untuk menunjang maksud tunggal. Maksud tungggal itulah yang ingin disampaikan penulis dalam alinea itu.
Jadi kesatuan atau unity di sini bukan berarti satu atau singkat kalimatnya, melainkan kalimat-kalimat yang ada dalam paragraf tersebut menyatu untuk mendukung pikiran utama sehingga merupakan satu kesatuan yang utuh. Contoh paragraf yang memenuhi persyaratan kesatuan.
Unsur-unsur penunjang pada paragraf di atas benar-benar mendukung gagasan utama. Dengan kata lain, unsur-unsur penunjang paragraf tersebut membentu keksatuan ide (unity).
2.      Kepaduan
Syarat kedua yang harus dipenuhi sebuah paragraf adalah bahwa paragraf tersebut harus mengandung kepaduan yang baik. Kepaduan yang baik itu terjadi apabila hubungan timbal balik antara kalimat-kalimat yang membentuk paragraf tersebut, baik, wajar, dan mudah dipahami tanpa adanya kesulitan. Kepaduan bergantung dari penyusunan kalimat dan gagasan, sehingga pembaca dapat melihat dengan mudah hubungan antar bgaian-bagian tersebut. Jadi  suatu paragraf yang tidak memiliki kepaduan yang baik, akan menghadapkan pembaca dengn loncatan-loncatan pikiran yang membingungkan, menghadapkan pembaca dengan urutan waktu dan fakta yang tidak teratur, atau pengembangan gagasan utamanya dengan perincian yang tidak logis dan tidak lagi berpusat kepada pokok utama tadi.
Dengan demikian kalimat-kalimat dalam paragraf bukanlah kalimat-kalimat yang dapat berdiri sendiri., demikian seterusnya. Koherensi suatu paragraf dapat ditunjukkan oleh:
a. Pengulangan kata/kelompok kata kunciataudisebutrepetisi.
b. Penggantian kata/kelompok kata atausubtitusi.
c. Pengulangan kata/kelompok kata atautransisi.
d. Hubunganimplisitataupenghilangan kata/kelompok kata tertentuatau ellipsis.
3.      Kejelasan
Suatu paragraf dikatakan lengkap, apabila kalimat topik ditunjang oleh sejumlah kalimat penjelas. Tentang kalimat-kalimat penjelas ini sudah dibicarakan di bagian awal tulisan ini, yaitu pada unsur-unsur paragraf. Kalimat-kalimt penjelas penunjang utama atau penunjang kedua harus benar-benar menjelaskan pikiran utama. Cara mengembangkan pikiran utama menjadi paragraf serta hubungan antar kalimat utama dengan kalimat penjelas dapat dilihat dari urutan rinciannya. Rincian itu dapat diurut secara urutan waktu urutan logis, terdiri atas sebab-akibat, akibat-sebab, umum-khusus, khusus-umum, urutan ruang, urutan proses, contoh-contoh dan dengan detail fakta.


D.    Kalimat Topik dan Peletakannya
Gagasan atau pendapat dapat dikemukakan secara lisan dan tertulis. Pada prinsipnya penyampaian gagasan atau pendapat secara lisan dan tulis hampir tidak berbeda. Mengemukakan pendapat secara tertulis dalam bentuk paragraf-paragraf perlu menggunakan cara pengaturan ide pokok dan ide pendukung yang baik
            Berdasarkan isinya, kalimat-kalimat dalam sebuah paragraf dapat dibedakan menjadi kalimat topik dan penjelas. Kalimat topik sering juga disebut kalimat utama, kalimat pokok, dan kalimat sentral. Kalimat ini merupakan kalimat yang sangat penting, karena berisi ide pokok paragraf. Rumusan kalimat topik harus mengandung dua unsur pokok, yaitu topik dan pembatas. Secara sederhana kalimat topik dapat dibuatkan rumus sebagai berikut.
Kalimat Topik = Topik + Pembatas

E.     Pola Pengembangan Paragraf
Pola pengembangan paragar dibagi menjadi beberapa bagian antara lain adalah

1.      Pola pengembangan paragaf deduktif
Paragraf deduktif adalah  paragraf yang diawali dengan hal-hal yang bersifat umum dan diperjelas dengan hal-hal yang bersifat  khusus. Pada paragraf deduktif kalimat utamanya berada di awal paragraf

2.      Pola Pengembangan Paragaf Induktif,
Paragraf induksi adalah paragraf yang dikembangkan mulai dengan hal-hal yang khusus  ke hal-hal yang umum. Paragraf induktif kalimat utamanya berada di akhir paragraf. Pola pengembangan paragraf induktif dibagi menjadi beberapa bagian antara lain :
·         Generalisasi, Paragaraf yang dikembangkan dengan pola hubungan dari khusus ke umum
·         Analogi, Paragraf yang dikembangkan dengan membandigkan dua atau lebih benda yang dianggap memiliki kesamaan kemudian menarik kesimpulan.
·         Sebab-akibat, Paragraf yang dikembangkan berdasarkan huubungan sebab akibat. Dalam paragraph ini akibat bertindak sebagai gagasan pokok atau kesimpulan yang bersifat umum. Sebaliknya sebab bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat khusus.
·         Akibat-sebab, Paragraf yang dikembangkan berdasarkan hubungan akibat sebab. Dalam paragrap ini sebab bertindak sebgai gagasasn pokok tau kesimpulan yang bersifat umum. Sebaliknya akibat bertindak sebagai gagasan penjelas atau perincian yang bersifat khusus.

3.      Pola Pengembangan Paragraf Campuran
Paragraf campuran adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal dan di akhir paragraf. Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama. Dalam hal ini kalimat terakhir umumnya mengulangi gagasan yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit penekanan dan variasi

4.      Pola pengembangan paragraf Naratif
Paragraf naratif adalah paragraf yang kalimat utamanya tersebar di seluruh bagian paragraf.

5.      Pola pengembangan paragraf Ineratif
Paragraf ineratif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di tengah-tengah bagian paragraf (di antara awal dan akhir paragraf)